AKTIVASI KENDARAAN BERMOTOR UNTUK MEMAKSIMALKAN PERFORMANCE

Aktivasi merupakan suatu aktivitas yang dilakukan untuk mengaktifkan suatu yang bekerja secara normal menjadi berkemampuan luar biasa. Sekarang ini popular dengan aktivasi otak yang bertujuan memaksimalkan fungsi otak manusia (lebih cerdas daripada sebelum diaktivasi). Kadangkala sebuah software tertentu juga perlu adanya aktifasi supaya kinerja dari software tersebut dapat berjalan secara optimal. Akan tetapi mungkin anda semua belum pernah mendengar apabila sebuah kendaraan bermotor seperti sepeda motor atau mobil dapat diaktivasi. Tujuannya sama yaitu meningkatkan kemampuan dan kehandalan kendaraan tersebut. Selain itu dengan dilakukannya aktivasi pada kendaraan bermotor akan memperpanjang life time kendaraan anda.

Sebagai jembatan untuk mengarah ke aktivasi kendaraan bermotor alangkah baiknya kita tinjau filusufi dari material penyusun kendaraan bermotor. Kebanyakan kendaraan bermotor tersusun atas material logam dan plastik atau polimer dalam bentuk komposit. Setiap jenis material memiliki cara perlakuan aktivasi yang berbeda, sebagai contoh disini untuk material jenis logam karena kendaraan bermotor anda masih kebanyakan terbuat dari logam.

Setiap logam akan mengalami tiga daerahan daerah ketika ditarik dengan gaya terendah sampaiĀ  putus logam tersebut putus. Ketiga daerah itu adalah: daerah elastis (A), plastis (C) dan transisi (B). Daerah elastis ditandai ketika logam ditarik dengan gaya tertentu akan mengalami perpanjangan dan akan kembali lagi seperti sedia kala ketika gaya yang bekerja dilepaskan. Sedangkan daerah plastis adalah suatu daerah ketika sebuah logam ditarik dengan gaya tertentu akan mengalami pertambahan panjang, akan tetapi tidak dapat kembali lagi ketika dilepaskan gaya tersebut. Kalau daerah transisi adalah daerah yang berposisi diantara kedua daerah tersebut (daerah elastis dan plastis).

Ketiga daerah tersebut dapat anda perhatikan pada gambar secara jelas bahwa untuk mencapai daerah plastis (C) tentu harus melalui daerah elastis (A) dan transisi (B). Padahal untuk dapat mengaktivasi material rahasianya harus berada di daerah plastis karena seperti pada gambar ditunjukkan bahwa daerah plastis memiliki modulus elastisitas yang paling tinggi (kekuatannya paling tinggi pada material tersebut) karena setelah mengalami daerah plastis, material akan mengalami kerusakan (fracture). Maka dari itu untuk aktivasi material diarahkan untuk dapat mencapai daerah plastis tersebut.

Cara untuk memperoleh daerah plastis adalah dengan ditarik dengan gaya tertentu sampai material tersebut mengalami perpanjangan dan tidak akan kembali lagi. Apabila dikaitkan dengan material kendaraan bermotor maka kendaraan bermotor anda akan lebih bandel apabila disaat akhir melakukan reyen kendaraan baru dilakukan hentakan-hentakan pada kendaraan, seperti suatu saat dilakukan untuk berjalan di jalan yang tidak rata (bergelombang) seperti daerahku Grobogan Purwodadi untuk dapat memberikan aktivasi pada rangka kendaraan bermotor anda. Sedangkan untuk aktivasi mesin kendaraan bermotor dapat dilakukan dengan suatu saat tarik gas secara mendadak dan kecepatan cukup tinggi. Tapi ingat, untuk aktivasi kendaraan hanya dilakukan pada akhir masa reyen kendaraan anda. Apabila dilakukan secara terus-menerus tentunya akan semakin memperburuk kondisi kendaraan anda. (Pic: Michael F. Ashby, 2005, Materials Selection in Mechanical Design, Third Edition)

15 Comments

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>