SEKILAS TENTANG TEKNOLOGI POWDER METALLURGY
Powder Metallurgy (PM) atau sering juga disebut sebagai Metalurgi Serbuk merupakan sebuah teknologi membuat produk spare part engine yang lain dari biasanya. Biasanya spare part engine dibuat dengan cara di cor (Taknologi Pengecoran) yang dilanjutkan dengan Permesinan atau Teknologi Mekanik/Teknologi Manufaktur. Hasil dari proses Powder Metallurgy ini lebih baik dari pada teknologi yang sekarang ini lebih popular di industri.
Pada Teknologi Powder Metallurgy produk yang dipergunakan untuk membuat produk (spare part engine) dari materil dasar berupa serbuk logam. Teknologi ini sangat berbeda dengan apa yang sudah kita lihat di industri-industri kecil dan menengah yang dalam proses pembuatan produknya menggunakan Teknologi Pengecoran dan Teknologi Mekanik (Teknologi Permesinan/Teknologi Manufaktur) seperti bubut, fris, sekrap, ketam, bor, gurdi, dll.
Teknologi pengecoran dan Teknologi manufaktur sama-sama memiliki kelemahan yaitu selalu menghasilkan serpihan-serpihan logam (chip) dari bekas proses pembuatan produk yang hares dibuang. Seperti proses membubut logam semisal Aluminium pasti dihasilkan serpihan logam Aluminium yang panjang yang terpuntir dan biasanya dimanfaatkan sebagai alat pencuci piring di dapur. Akan tetapi pada Powder Metallurgy tidak menyebabkan terbentuknya chip sehingga penggunaan material dapat lebih efektif.
Prinsip dari Powder Metallurgy (PM) adalah proses pembuatan produk yang berawal dari Serbuk logam yang di cetak pada cetakan yang telah disediakan sebelumnya dan dikompress (press) dengan tekanan yang sudah ditentukan. Pada tahap ini sering disebut sebagai Green Body untuk hasil produk setengah jadi ini. Selanjutnya Green Body dilakukan pemanasan (sintering) pada suhu mendekati titik leleh (melting point) material dasarnya. Jadilah produk yang siap dipergunakan tanpa harus mangalami perlakuan lagi (seperti permesinan) pada Teknologi pengecoran atau sejenisnya. Inilah yang menjadi keutamaan Teknologi Powder Metallurgy (PM) dibandingkan dengan Teknologi yang selama ini dipergunakan pada skala industri kecil dan menengah. Keutamaan yang lain adalah kemampuan untuk membuat produk yang sangat presisi dan memungkinkan dalam bentuk yang sangat kecil dan rumit sekalipun. Produk yang dihasilkan dari penggunaan Powder Metallurgy kebanyakan untuk bidang otomotif, seperti untuk spare part kendaraan (connecting rot, gear, dll).
Dengan menggunakan Teknologi Powder Metallurgy (PM) dalam pembuatan produk akan lebih efektif dan efisien serta memiliki akurasi yang tinggi dibandingkan dengan proses pengecoran ataupun Teknologi manufaktur. Sehingga produk yang dihasilkan akan lebih baik.




1. Cara pembuwatan serbuk logamnya sendiri gimana mas?
2. Untuk titik leleh bahan dasarnya dengan proses metalurgi itu nyampek 1000 derajad kah? Kayaknya saya jadi ingat ngelmu Fisika SMA tentang metalurgi
@Pak Wandi & @Mas Sriyono: Cara membuat serbuk banyak cara al: Atomisasi, Elektrilisa dan bahkan dengan pengikiran juga termasuk.
Sedangkan untuk titik leleh logam kalau itu baja biasa dapat mencapai 1200 derajat.
waduh pak Wandi, waktu saya di kampus teknik mesin tanya pak dosen cara membuat serbuknya bagaimana, malah dosennya ngeles sana sini lantas dikasih rumus dan contoh soal, males banget kan pak kuliah….
apa buatnya diamplas atau besinya digepuk gepuk, terus nyetaknya gimana apa kaya buat batako itu… gitulah pak, endonesia banget, apa apa langsung dikasih rumus dan contoh soal, buat apa rumus klo kagak ada banyangan sama sekali pakkkkkkk, semoga pak dosen sekarang gak kayak dosen dulu…
yah tak tinggal ngeblog sajalah pakkkk….
Saya malah gak mudeng babar blas, soal beginian. Pa kayak orang buat batako atau malah kayak orang nyetak tahu, tak tahulah.
Betul Masa Alam…Mirip dengan cara buat tahu, cuma kalau tahu dibuat supaya empuk yang bertolak belakang dengan teknologi PM.
Tambah ilmu lagi…. walupon beda matakuliah tapi sedikit mengenal tentang bahasanya…..
Ditulakrkan pada yang lain ya mas…