TANTANGAN KEDEPAN MOBIL KIAT ESEMKA
Siswa Esemka (SMK) dengan bidang yang relevan dapat membuat sebuah mobil sebenarnya bukan hal yang luar biasa, akan tetapi pada kondisi di wilayah Negara kita memang hal itu baru dapat terwujud yaitu dengan suksesnya gabungan dari 12 SMK di Solo yang bekerjasama dengan Bengkel Kiat yang telah berhasil mewujudkan Mobil Kiat Esemka. Siswa SMK didik untuk dapat kreatif dan inovatif dibidangnya terutama dalam hal produksi atau manufacturing. Dengan hadirnya Mobil Kiat Esemka, mengundang perhatian yang cukup heboh dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat hingga walikotanya sendiri bahkan sampai tercium oleh Menristek. Sebenarnya sebelum Mobil Kiat Esemka ini heboh, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 2 Borobudur Jawa Tengah sudah lebih dulu memproduksi hingga 50 unit mobil dari berbagai tipe, kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin seperti yang diberitakan oleh (ANTARA News -Jakarta).
Dengan hadirnya Mobil Kiat Esemka ini sebagai warga Negara Indonesia tentunya merasa bangga karena kedepan bangsa kita memiliki harapan untuk dapat mensuplai kendaraan sendiri tanpa harus bergantung pada Negara tetangga. Sehingga semakin banyak warga kita yang memiliki mobil karena harganya yang terjangkau oleh masyarakat umum.
Supaya harga Mobil Kiat Esemka ini dapat lebih terjangkau harganya oleh masyarakat umum, hendaknya semua komponen diproduksi sendiri dengan menggunakan material lokal yang dimiliki. Dalam hal material, sebenarnya Negara kita sangat kaya akan bahan galian yang sangat potensi untuk spare part engine dan komponen-komponen lain yang sangat penting dipergunakan sebagai pembuat mobil karena banyak tambang logam yang bertebaran di Negara tercinta ini. Tapi sayangnya entah mengapa bahan galian tersebut tidak kita olah sendiri samapai menjadi barang jadi atau bahkan produk jadi yang siap dipergunakan, seperti spare part engine.
Apabila semua spare part engine dan body Mobil Kiat Esemka dapat diproduksi secara mandiri 100%, pasti mobil produk anak Bangsa ini akan maju dengan pesat. Untuk dapat mengolah bahan galian menjadi material yang siap pakai bukanlah suatu hal yang sulit bagi bangsa kita karena SDM yang relevan sudah cukup melimpah bahkan ada yang lari dari Negara kita karena merasa ilmunya kurang dapat dimanfaatkan di Negaranya sendiri.
Maka dari itu marilah antara peneliti, industri dan akademisi untuk saling bekerjasama untuk dapat memperkokoh penguatan dalam hal produksi material. Sebenarnya yang menjadikan sebuah mobil berharga mahal karena material yang dipergunakan memang dibeli dengan harga yang mahal juga.
Spesifikasi Mobil Kiat Esemka:
Jenis : SUV (Sport Utility Vehicle)
Kapasitas Engine : 1.500cc
Max. Output : 105HP / 5.500 rpm
Max Torque : 145 Nm / 4.100 RPM
Jenis Engine : SOHC 4 Silinder
Transmisi : 6 (1-2-3-4-5-R)
Bahan Bakar : Bensin
Sistem Bahan Bakar : Multi Point Injection
Panjang : 5.035 mm
Lebar : 1.690 mm
Tinggi : 1.630 mm
Eksterior : Sporty
Interior : power window, AC Dual Zone, Power Steering, Central Lock, Sistem Audio CD, Parking Sensor.
Kapasitas Penumpang : 7 orang







selamat atas terluncurkannya kiat esemka, semoga kekuarangan yang masih ada secara bertahap bisa dikurangi sehingga benar2 bisa menjadi mobil produk lokal 100%. sebuah karya anak bangsa yang layak diapresiasi.
Semoga saja apresiasinya sebanding dengan jerih payahnya ya pak.
SMK Bisa!
Orang indonesia itu sebenarnya pinter2. jangankan membuat mobil baru, mobil rongsokan dibuat agar masih tetap bisa jalan saja bisa, kok. Tinggal kebijakan pemerintah yang mau memajukan itu atau sekedar memilih untung besar sesaat dengan terus menggalakkan import di semua bidang.
Orang kreatif memang banyak yang dapat diperbuat.
Sebagai orang awam, saya amat salut ama idenya itu mas, daripada energi anak muda tidak ada yang ngurusi, karena paling – paling banyak anak muda yang energinya diabisin untuk nyari keywet anekahot di anekahot.com. Betul?
Yang penting diajari hal-hal yang baik aja ya Pak.