PRODUKSI MATERIAL TULANG BUATAN DAN SEMEN TULANG DI INDONESIA

Jun 28th, 2011 | Posted by | Filed under Bio Ceramic

Angka kematian akibat kecelakaan yang mengakibatkan rusaknya tulang yang tidak dapat teratasi sehingga terjadi infeksi sudah banyak terjadi.

Problem ini mayoritas masih dialami oleh masyarakat Indonesia terutama untuk menengah kebawah karena biaya material tulang buatan dan semen tulang masih berada di awang-awang.

Hal ini disebabkan keterbatasan teknologi kita yang mengharuskan mengimport material tulang buatan dan semen tulang tersebut.

Misalnya saja untuk harga semen tulang berkisar antara satu juta rupiah sampai dengan 1,2 juta rupiah per 40 gramnya.

Akan tetapi sekarang Indonesia mendapatkan angin segar karena Tim Rekayasa Biomaterial Pusat Teknologi Material (PTM) BPPT telah berhasil menemukan formula pembuatan semen tulang untuk material ortopedik berupa serbuk Poly Methil Methaacrylate (PMMA) berukuran 125 mikrometer (mm) dengan harga yang lebih murah yaitu 300 ribu rupiah per 40 gram dengan kualitas yang hampir menyamai produk impor tersebut.

Hasil temuannya telah diuji mechanical properties, porositas dan sifat-sifat toksisitasnya terhadap sel-sel hidup (fibroblast).

Pengujian mechanical properties material semen tulang dilakukan di Sentra Teknologi Polimer (STP), sedangkan untuk uji toksisitas PTM BPPT bekerja sama dengan Departemen Orthopedi dan Traumatologi Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya.

Menurut hasil pengujian bahwa material semen tulang PMMA hasil rekayasa BPPT tersebut sudah bersifat biokompatibel dan bersifat merangsang pertumbuhan sel-sel baru di dalam tulang.

Bahkan hasil rekayasa BPPT ini memiliki keunggulan disbanding dengan produk komersial yang telah beredar, yakni ukuran pori-pori yang lebih besar.

Disisi lain sejak tahun 2009 yang lalu di UGM telah didirikan pabrik tulang buatan yang diberi nama Bioceramics Minifactory.

Pabrik mini ini merupakan proyek Kementerian Riset dan Teknologi yang terletak di bekas bengkel UGM Yogyakarta.

Tulang buatan yang diproduksi di Bioceramics Minifactory milik Universitas Gadjah Mada tersebut antara lain berasal dari material Hidroxyapatite (HA) yang banyak dijumpai di Indonesia.

Secara teknologi, HA sintetik yang diproduksi di sini menggunakan beberapa bahan baku alami, semisal gypsum dari Kulonprogo, calcite dari Gunung Kidul, serta tulang sapi dan material alam (natural material) lain yang berbasis kalsium atau fosfor.

Dengan harga produk yang relatif murah 30 hingga 40 persen, produk HA sintetik buatan UGM ini diharapkan mampu menggantikan produk impor, sehingga semakin banyak pasien cacat bawaan atau kecelakaan di Indonesia yang bisa ditolong.

Alasan penggunaan Hidroxyapatite (HA) ini adalah bahwa pada tulang orang dewasa mengandung Hidroxyapatite (HA) sebesar 68 prosen, email gigi sebesar 97 prosen.

“Sejauh ini cara yang paling sering dilakukan dokter untuk menambal tulang yang kurang adalah mengambil bagian tulang lain di tubuh pasien (autograph). Dengan tersedianya HA, sintetik yang dibuat pabrik akan menjadi pilihan yang menjanjikan,” ujar ketua tim riset Bioceramics Minifactory UGM, Alva E Tontowi.

Semoga dengan berkembangnya penelitian material semen tulang dan tulang buatan ini dapat menggantikan ketergantungan kita dalam impor material tersebut.

 

Referensi:

-ugm.ac.id

-PTM BPPT

  1. Triunt
    Jun 30th, 2011 at 05:49
    Reply | Quote | #1

    tulang buatan, kulit sintetis..
    wah makin canggih ya teknologi jaman sekarang mas :)

  2. sogie
    Sep 21st, 2011 at 01:05
    Reply | Quote | #2

    kira2 material yang paling baik (pengganti tulang manusia)apa???, klo qta mau melakukan penelitian ttg tulang manusia

    • Muh Amin
      Oct 13th, 2011 at 07:13
      Reply | Quote | #3

      Di Indonesia bahan pengganti tulang masih minim, sekarang ini yang baru dikembangkan ya HA itu…