KERAMIK ANTI BAU PESING AMONIA

May 9th, 2011 | Posted by | Filed under Keramik, Risetku, Smart Material

Setelah melakukan penelitian selama satu tahun dengan biaya dari Kementerian Pendidikan Nasional, Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Penelitian Nomor: 0041/023-04.1/-/2010 melalui Program Hibah Bersaing, Alhamdulillah saya bersama rekan-rekan telah dapat menghasilkan keramik dengan keandalan yang cukup unik yaitu dapat menggradasi konsentrasi Amonia (NH3).

Material dasar dari keramik ini adalah clay yang diperoleh dari Pekalongan dan Kaolin.

Supaya memiliki keunggulan dapat menggradasi atau menurunkan kadar Amonia maka direkayasa dengan penambahan kadar fotokatalis TiO2 dengan jumlah tertentu.

Sebelum dilakukan penelitian untuk mengetahui penurunan kadar Amonia, terlebih dahulu diteliti sifat fisis dan mekanis keramik dengan penambahan kadar fotokatalis TiO2 sebesar (0, 5, 10 dan 15)%.

Sifat fisis dan mekanis atau mechanical properties yang diteliti adalah densitas, kekerasan, kekuatan bending, fracture toughness, struktur mikro dan pengamatan permukaan perpatahan akibat pembebanan bending.

Hasil yang kami peroleh untuk sifat fisis dan mekanis yang terbaik adalah keramik dengan kandungan kadar fotokatalis TiO2 sebesar 10%.

Pada penambahan kadar TiO2 10% terbukti melalui hasil pengujian kekuatan bending yang mencapai harga maksimal sedangkan pada penambahan kadar fotokatalis TiO2 sebesar 15% sudah mengalami penurunan.

Dan diperkirakan pada penambahan TiO2 15% keatas akan semakin menurunkan sifat fisis dan mekanisnya hal ini disebabkan adanya titik melting dari TiO2 yang relatif lebih tinggi dari material clay.

Selain itu pada pembuatan keramik ini menggunakan suhu pemananasan (sintering) sebesar 1100oC untuk sifat yang terbaik.

Dipilihnya suhu 1100oC pada sintering keramik ini karena pada suhu yang lebih tinggi memang baik untuk kondisi kadar TiO2 yaitu semakin kuat dalam ikatannya karena terjadinya aglomerasi antar partikel-partikel penyusunnya, akan tetapi pada suhu tersebut kurang baik untuk clay karena pada suhu  yang lebih tinggi sudah mengalami porositas yang semakin bertambah dan berbentuk amorfouse.

Sehingga untuk analisis kadar Amonia juga menggunakan suhu sintering 1100oC dengan penambahan kadar fotokatalis TiO2 sebesar 15%.

Hasil yang diperoleh dari pembuatan keramik ini adalah dapat menurunkan kadar Amonia sampai dengan 11,40 %.

Penelitian ini merupakan baru tahap pertama penelitian saya bersama rekan-rekan. Untuk tahap berikutnya (Tahun kedua) akan kami teliti keramik tersebut dalam menggradasi kadar bakteri.

Dan Alhamdulillah sekarang ini kami  sudah mulai mempersiapkan penelitian Tahun kedua untuk menurunkan kadar bakteri.

  1. Yari NK
    Jun 9th, 2011 at 11:56
    Reply | Quote | #1

    Wah ini baru hebat. First-hand research, semoga penelitiannya bisa digunakan oleh industri keramik agar bisa dinikmati oleh pasar luas. Btw, di pasaran (bisa dicari di Google) katanya juga ada tuh celana dalam yang bisa menetralisir bau kentut. Tidak tertarik untuk meneliti lebih lanjut lagi tentang itu? Heheh… Salam kenal mas. :)

Comment pages