TEKNOLOGI KOMPOSIT MAMPU MENGGESER EKSISTENSI WAYANG KULIT MENJADI WAYANG SLOMOT

Feb 21st, 2011 | Posted by | Filed under Komposit

Pada abad modern seperti sekarang ini peranan wayang kulit sebagai pedoman hidup sudah mulai memudar karena dianggapnya budaya semacam itu sudah ketinggalan zaman.

Anak-anak muda sekarang lebih banyak menonton TV, konser musik, atau yang sejenisnya.

Meskipun demikian ada sekelompok masyarakat kecil yang masih setia mempertahankan budaya wayang kulit karena dianggapnya memiliki nilai-nilai luhur yang dapat diambil manfaat sebagai pedoman hidup selama di dunia.

Kayaknya pemerintah kita saat ini juga sedang memperhatikan budaya pertunjukan wayang kulit ini dengan serius terbukti ada rencana dari pemerintah untuk memasukkan seni karawitan dalam pendidikan dasar dan menengah.

Mungkin ada juga sisi baiknya terhadap pencetakan perilaku generasi muda yang akan datang karena untuk mencetak perilaku anak bangsa sangat dipengaruhi oleh kesenian yang digelutinya.

Sehingga keberadaan wayang kulit untuk masa mendatang kemungkinan akan diprioritaskan.

Dilihat dari namanya, wayang kulit berarti wayang yang terbuat dari material atau bahan kulit.

Akan tetapi dengan kemajuan teknologi terutama dalam dibidang material science tepatnya dibidang komposit, wayang dapat dibuat dari material fiber sintetis.

Pembuatan wayang berasal dari material fiber plastik ini pertama kali dikenalkan oleh Bagus Aditio (20) Mahasiswa Udinus Jurusan Desain Kominikasi Visual seperti yang diliput Suara Merdeka kemarin.

Oleh pembuatnya wayang yang berasal dari material fiber plastik ini disebut sebagai ‘Wayang Slomot” karena pada saat pembuatan dengan cara material yang digunakan disolder (dislomot).

Kemungkinan untuk masa mendatang wayang slomot akan lebih disukai dari pada wayang kulit karena pertimbangan biaya produksi dan waktu pengerjaan lebih cepat.

Apabila ditinjau dari segi kekuatan material justru wayang slomot memiliki kekuatan material yang lebih baik karena material komposit dapat ditingkatkan kekuatannya dengan cara memilih serat (fiber) sebagai penguat pada matriknya memiliki mechanical properties yang lebih unggul.

Selain itu serat yang dipergunakan dalam pembuatan wayang slomot dalam bentuk komposit dapat dipilih sesuai dengan mechanical properties yang diinginkan.

Serat yang dapat dipergunakan sebagai penguat pada komposit saat ini sangat beragam, baik serat yang berasal dari alam (natural fiber) maupun serat sintetis atau plastik.

Sebagai contoh dari serat alam adalah serat nanas, pisang, waru, rotan, rambut hewan, rambut manusia, enceng gondok, dan banyak lagi.

Akan tetapi serat alam lebih disukai karena sifatnya yang ramah lingkungan.

 

Comment pages