BULAN SURO IDENTIK DENGAN PENGEMBALIAN KEKUATAN DAN KEAMPUHAN KERIS PUSAKA
Tanggal satu Suro atau Muharam merupakan Tahun Baru Hijriyah yang dianggap oleh sebagian banyak orang menyimpan waktu yang disakralkan.
Salah satu contohnya adalah pemandian sebuah keris pusaka.
Setiap Bulan Suro atau Muharram sebagian besar pemilik keris pusaka berusaha dengan sekuat tenaga untuk dapat memandikan pusakanya karena proses memandikan keris pusaka biasanya dilakukan satu kali dalam setiap tahunnya.
Tujuan utama memandikan sebuah keris pusaka adalah untuk perawatan yang dilakukan dengan membersihkan material keris pusaka dari segala macam kotoran terutama yang dapat merusak material keris tersebut.
Keris pusaka terbuat dari material-material pilihan yang berasal dari jenis logam dengan kekuatan yang luar biasa.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap material logam akan mengalami korosi termasuk Aluminium.
Sifat semua material logam, baik dari jenis logam ferro atau non ferro adalah bersifat korosif.
Akan tetapi laju korosif dari semua material logam tidaklah sama tergantung komposisi kimia yang dimilikinya.
Banyak orang yang belum mengetahui kalau Aluminium juga bersifat korosi.
Secara kasat mata material ini tidak mengalami korosi akan tetapi sebenarnya mengalami korosi.
Setiap mengalami korosi, pada bagian luar material tersebut akan membentuk proteksi diri yang menghambat menjalarnya korosi.
Makanya material ini seolah-oleh tanpa termakan korosi.
Laju korosi berbanding lurus dengan usia material tersebut.
Artinya semakin lama usia material logam akan semakin korosi apabila tidak dilakukan penghambatan terhadap korosi tersebut.
Seperti halnya sebuah keris pusaka harus dibersihkan dari semua kotoran yang dapat menyebabkan korosi.
Makanya sekali-kali keris pusaka harus dimandikan dengan tujuan membersihkan semua kotoran yang menempel.
Orang jawa khususnya, memiliki kebiasaan dalam memandikan keris pusaka di Bulan Suro.
Meskipun pada tahun ini ada persepsi yang tidak sama dalam menentukan tanggal satu Suro.
Menurut Kasunanan Surakarta bahwa tanggal satu Suro jatuh pada hari Kamis tanggal 9 Desember 2010 sedangkan menurut Mangkunegaran adalah Rabu tanggal 8 Desember 2010.
Sehingga waktu memandikan keris pusaka tentunya juga tidak bersamaan.
Air untuk memandikan keris pusaka biasanya dicampur dengan jeruk purut dengan tujuan mendapatkan air dalam kondisi asam.
Kondisi asam inilah yang dapat menghambat laju korosi suatu material logam termasuk keris pusaka.
Setelah keris pusaka dimandikan, ditiriskan airnya supaya kondisi keris menjadi kering kembali.
Dengan cara inilah sebenarnya kekuatan dan keampuhan sebuah keris pusaka dapat dikembalikan seperti sediakala.




wah, jadi inget waktu saya kecil dulu. pakdhe saya setiap 1 syura selalu melakukan ritual memandikan keris dan pusaka2 yang dikeramatkan, sayang sekali sekarang ini pemandangan seperti ini sudah langka.
Kelihatannya jaman sekarang tradisi memang tetap ada, tapi nilai-nilainya justru luntur. Jadi sering menjadikan salah paham. Semoga ke depannya lebih banyak pencerahan mendalam mengenai nilai-nilai tradisi.
(Maaf) izin mengamankan KETIGAX dulu. Boleh, kan?!
Di tempat saya juga makin langka tradisi semacam ini. Btw, pembahasannya smampu memberikan pencerahan secara ilmiah.
di jogja memang masih sering ditemukan adat kejawen mas.. biasanya memang pada melakukan acara / ritual pembersihan benda pusaka..
keraton pun juga melaksanakannnya