BAHAYA ABU VULKANIK GUNUNG MERAPI TERHADAP PERFORMA MESIN KENDARAAN
Komposisi material vulkanik Gunung Merapi mayoritas didominasi oleh senyawa-senyawa yang memiliki titik melting (titik didih) yang cukup tinggi seperti SiO2 dan Al2O3.
Pada umumnya senyawa-senyawa yang memiliki titik melting tinggi bersifat keras dan tahan terhadap abrasive atau korosi.
Apabila material vulkanik Gunung Merapi ini mengalami pemanasan yang cukup tinggi sampai mendekati titik meltingnya (sintering) maka akan berubah menjadi material keramik.
Maka tidak khayal lagi apabila material vulkanik Gunung Merapi ini dapat dipergunakan sebagai material keramik.
Penjelasan mengenai material vulkanik Gunung Merapi dapat dibuat keramik dapat dibaca disini.
Mengingat sifat material vulkanik Gunung Merapi yang sangat keras dan tahan terhadap abrasive atau tahan aus ini maka kita harus berhati-hati menempatkan sesuatu yang bekerja dengan sistem gesekan apabila berada di lingkungan yang banyak terdapat material vulkanik yang berterbangan.
Apabila material vulkanik Gunung Merapi ini sampai dapat masuk ke dalam ruang bakar mesin kendaraan maka yang terjadi adalah kerusakan vatal pada mesin yaitu semua bagian mesin yang bergesekan akan mengalami keausan.
Masuknya material vulkanik kedalam ruang bakar dapat disebabkan filter udara pada intake manifold sudah mengalami kebocoran atau kurang dapat menangkap debu dalam ukuran yang sangat kecil.
Sehingga material vulkanik Gunung Merapi ini ikut tersedot masuk bersama udara yang dihisap oleh piston pada saat langkah hisap.
Apabila material vulkanik ini sudah dapat masuk kedalam ruang bakar mesin maka material vulkanik ini akan mengalami pemanasan akibat hasil pembakaran bahan bakar.
Akibat pembakaran tersebut, abu vulkanik mengalami proses sintering yang menyebabkan terjadinya penggabungan antar partikel debu vulkanik yang akan membentuk ikatan baru dan menjadi material baru yaitu material keramik.
Apabila debu vulkanik Gunung Merapi ini sudah menjadi keramik maka akan memiliki sifat-sifat mekanik yang sama dengan material keramik pada umumnya, yaitu memiliki kekerasan yang tinggi, tahan abrasive, tahan gesekan, tahan keausan dan konduktivitas panas yang rendah.
Padahal pada semua bagian mesin yang bergerak harus sedikit mungkin mengalami gesekan untuk menghindari keausan.
Makanya pada bagian mesin tersebut harus diberi pelumas untuk mengurangi koefisien geseknya.
Artinya, pada bagian mesin yang mengalami gesekan harus bersih dari material yang bersifat tidak berpelumas atau kasar.
Sudah dapat dibayangkan bahwa bagaimana yang terjadi apabila material vulkanik Gunung Merapi yang sudah berubah menjadi keramik sampai masuk kedalam ruang bakar.
Tentunya ruang bakar mesin kendaraan terutama cylinder liner tidak lama lagi akan mengalami keausan.
Apabila cylinder liner mesin sudah mengalami keausan maka ruang bakar akan mengalami kebocoran yang menyebabkan oli mesin dapat naik atau bercampur dengan material vulkanik di ruang bakar.
Dengan adanya perantara ruang bakar dengan ruang oli mesin, mengakibatkan material vulkanik sudah tidak dapat keluar dari oli kendaraan.
Setiap oli mesin ini dipompa ke bagian yang membutuhkan pelumasan, material vulkanik akan selalu mengikuti karena oli sudah bercampur dengan meterial vulkanik tersebut.
Oli mesin kendaraan yang tadinya bersifat pelumas sudah berubah fungsi menjadi ampelas yang akan menggores semua komponen mesin yang bersinggungan.
Apabila proses ini tidak dihentikan maka semua komponen mesin akan mengalami kerusakan yang vatal, yaitu menurunkan performa mesin kendaraan.
Langkah yang tepat adalah segera mengganti oli mesin kendaraan dengan segera, bersihkan filter udara secara sempurna dan supaya menjauh dari material vulkanik.




ternyata bahaya juga dampak yang ditimbulkan material vulkanik. perlu hati2 dan waspada tuh yang punya kendaraan bermotor.