Home > Otomotif, Smart Material > MATERIAL PEREDUKSI EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR

MATERIAL PEREDUKSI EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR

November 16th, 2010 Leave a comment Go to comments

Polusi yang paling banyak mencemari lingkungan alam semesta ini bersumber dari kendaraan bermotor yaitu berupa emisi gas buang.

Emisi gas buang dari kendaraan bermotor semakin meningkat dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor yang beredar di masyarakat.

Masyarakat sekarang sudah berimage bahwa sebuah kendaraan bermotor bukan lagi suatu kebutuhan sekunder atau bahkan tersier melainkan sudah menjadi kebutuhan primer.

Sehingga sudah dapat dipastikan bahwa jumlah kendaraan bermotor akan semakin meningkat.

Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor sama halnya dengan meningkatnya emisi gas buang kendaraan yang menyebabkan polusi udara di alam ini.

Sudah kita ketahui bersama bahwa emisi gas buang kendaraan bermotor memiliki kandungan gas yang dapat mengganggu kesehatan manusia dan lingkungan alam sekitar.

Gas-gas berbahaya yang terkandung dalam emisi gas buang kendaraan bermotor adalah Gas CO, CO2, HC, NOx, SO2, Timbal dan Asap.

Kandungan emisi gas buang yang terbesar dan berbahaya adalah Gas CO (Carbon Monoksida) dan HC (Hidro Carbon).

Berdasarkan Howard S Peavy (1985) sumber polusi udara tahun 1985 di dunia ini didominasi oleh transportasi kendaraan bermotor yaitu sebesar 88,3 ton per tahun, setelah itu baru polutan dari industri, pembuangan limbah padat, kehutanan dan pertanian.

Satu upaya untuk mengurangi jumlah polutan berupa emisi gas buang kendaraan bermotor adalah dengan penggunaan filter knalpot (exhaust manifold) pada setiap kendaraan bermotor.

Sekarang ini sudah banyak material yang sudah terbukti memiliki kemampuan untuk mereduksi emisi gas buang kendaraan.

Jenis material pereduksi emisi gas buang kendaraan bermotor ini sangat bervariasi, ada yang berasal dari logam, keramik dan komposit.

Secara prinsip bahwa material penyusun filter gas emisi kendaraan yang dapat berfugsi untuk mereduksi emisi gas buang adalah:

1.       Katalis

Katalis merupakan suatu zat yang mempengaruhi kecepatan reaksi tetapi tidak dikonsumsi dalam reaksi dan tidak mempengaruhi kesetimbangan kimia pada akhir reaksi.

Di dunia industri katalis telah digunakan secara luas, terutama pada industri kimia.

Akhir-akhir ini katalis juga digunakan untuk menangani masalah polusi udara, terutama untuk mengurangi emisi gas Carbon Monoksida pada kendaraan bermotor.

Material-material yang dapat digunakan sebagai katalis adalah menggunakan logamlogam mulia antara lain Platinum, Rhodium dan Palladium.

Namun karena jumlahnya terbatas dan harga mahal maka membatasi pemakaiannya.

Sebagai bahan alternatif dapat juga  digunakan material substrat logam Tembaga (Cu),  Kuningan (CUZn) dan Tembaga Chrom (CuCr) untuk menggantikan bahan katalis tersebut.

2.       Absorber

Absorber diartikan sebagai penyerap gas-gas yang berbahaya dari emisi kendaraan bermotor.

Material-material yang memiliki kekuatan untuk menyerap gas emisi kendaraan bermotor adalah Zeolit, Arang Karbon, dll.

Dalam perencanaan filter gas emisi kendaraan dapat digabungkan atau dipadukan antara katalis dengan absorber untuk dapat mengoptimalkan pereduksinya.

Pemasangan filter gas emisi kendaraan ini dapat diletakkan di dalam knalpot atau exhaust manifold.