TIPS MEMILIH DAPUR PELEBURAN LOGAM (FURNACE) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HASIL CORAN
Pada masa sekarang penggunaan material logam untuk keperluan peralatan sehari-hari masih mendominasi apabila dibandingkan dengan material yang lain, seperti keramik, kayu, komposit, dan lainnya.
Hal ini disebabkan logam memiliki kelebihan yaitu keuletan yang tinggi, kekerasan tinggi, kuat tarik tinggi, kekuatan bending tinggi, fracture toughness yang tinggi, dan masih banyak lagi.
Maka dari itu penggunaan material logam hampir mencakup semua kebutuhan manusia.
Pembuatan produk dengan bahan dasar logam sebenarnya banyak sekali metode yang diterapkan yang antara lain dengan pengecoran , pengelasan (welding), pembentukan, metalurgi serbuk (powder metallurgy), komposit (composite), rapid prototyping, dan lainnya.
Pertimbangan penerapan metode tersebut disesuaikan dengan produk yang akan dihasilkan, karena satu produk kemungkinan hanya dapat dibuat dengan metode tertentu saja.
Metode pengecoran merupakan satu metode yang sangat tua yang memiliki keefektifan yang sangat rendah karena disamping biaya opersionalnya yang relative mahal juga disebabkan hasil coran bukan merupakan finishing (hasil akhir).
Artinya setiap hasil coran harus dilakukan proses yang lebih lanjut untuk mendapatkan produk dengan sifat-sifat mekanik (mechanical properties) yang lebih baik, seperti halnya anelling, normalizing, tempering, dsb.
Akan tetapi metode pengecoran masih saja diperlukan karena memang metode inilah yang paling tepat untuk pembuatan produk tertentu untuk masa sekarang.
Kelemahan hasil coran yang lain yaitu memiliki teganga sisa yang tidak sama antar permukaan bahan cor karena proses pemanasan dan pendinginan yang tidak merata.
Akibat kelemahan tersebut, bahan coran akan lebih mudah patah (rapuh) karena terdapatnya tegangan sisa atau residualĀ stress yang tidak merata (terjadi konsentrasi tegangan).
Salah satu penyebannya adalah penggunaan jenis dapur peleburan (furnace) yang dipergunakan belum dioptimalkan.
Saat ini ada beberapa jenis dapur peleburan (furnace) yaitu:
1. Dapur Copula (Cupola Furnace)
Dapur ini memiliki konstruksi dan prinsip kerja yang sama dengan Dapur Tinggi (Blast Furnace), akan tetapi Dapur Cupola hanya dipergunakan pada waktu tertentu saja yang tidak sama dengan Blast Furnace yang dipergunakan secara terus menerus.
2. Dapur udara atau dapur api (Air or reverberatory Furnace)
Pada dapur ini bahan bakar dibakar pada panggangan dibagian ujung dapur sehingga pembakaran tidak berhubungan dengan pengisian, dan panas yang dihasilkan dari pembakaran dialirkan melalui atap dapur dibagian atas pengisian. Dapur ini adalah dapur peleburan dengan proses yang lambat, kendati kurang ekonomis dibanding dengan dapur cupola. Dapur api merupakan dapur tertutup yang memungkinkan semua komposisi tidak keluar dari dalam dapur
3. Dapur putar (Rotary Furnace)
Sesuai dengan namanya bahwa dapur ini bekerja sama dengan dapur yang lain, akan tetapi selama peleburan tabung peleburan selalu berputar. Dengan adanya perputaran tabung peleburan inilah yang menjadikan material yang dilebur akan merata dalam pemanasannya.
4. Dapur listrik (electric Furnace)
Dapur listrik adalah system pembentukan panasnya dimana panas pada dapur listrik diperoleh dari energi listrik yang dialirkan melalui electrode atau busur sebagai penghantar.
Apabila dianalisis dari keempat jenis dapur peleburan maka dapur putarlah yang lebih berkualitas dalam pembuatan material coran karena dengan adanya perputaran tabung peleburan tersebut memungkinkan seluruh material coran akan terkena besar pemanasan yang selalu sama.
Sehingga dengan adanya kesamaan temperatur material coran maka produk coran akan lebih berkualitas karena lebih homogen.







Recent Comments